Capek pakai OS yang sekarang? Beralihlah ke Linux!

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Rasanya hampir semua dari kita pernah terkena virus komputer. Mulai dari yang ringan sampai yang mesti diinstall ulang. Dan berapa sering? Sering sekaliii.. Tidak peduli walaupun kita telah memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, selalu saja ada kemungkinan terkena virus. So..., mengapa menunggu? Beralihlah ke Linux. Tidak hanya itu saja....

Dari hasil survey yang penulis adakan di kantor selama +/- 8 bulan, rata2 dalam seminggu terdapat 5 komputer yang dikirim ke Pusat untuk dibersihkan dari virus. Dan 80% dari komputer tersebut mesti diinstall ulang karena OS (Operating Systemnya) telah terlanjur rusak/ngaco. Jumlah komputer ini masih ditambah lagi dengan banyaknya frekuensi personel IT yang mesti keliling ke cabang2 untuk troubleshooting karena virus. Rata2 dalam 1 hari ada 2 cabang yang mesti dikunjungi, dimana 50% kunjungan itu adalah karena virus.

Tentu ada yang berpendapat bukankah itu memang tugas bagian IT? Memang benar, tapi kalau kita analisa lebih lanjut:
  1. Kemungkinan terkena virus besar. Berdasarkan pengalaman, betapapun kita memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, pasti ada kemungkinan terkena virus. Apalagi kalau pengguna komputernya adalah orang awam. Kena virus lagi, kena virus lagi. Dan yang parahnya, ada virus2 yang bersifat merusak data2 seperti ketikan, spreadsheet, dll. Kalau program mungkin bisa kita install ulang, tapi kalau data... wah. Apalagi kini mulai sering muncul virus2 lokal yang antivirusnya belum tentu tersedia di program antivirus2 utama. Seperti kasus virus Brontok yang akhirnya heboh sampai tersebar ke luar negeri.
  2. Terbuangnya Waktu dan Uang percuma. Menginstall ulang OSnya mungkin tidak terlalu memakan waktu, tapi yang lama adalah membackup data dan menginstall ulang program2nya dan settingan2nya, mulai dari settingan network, database, email, dll. Semua hal ini bisa memakan waktu 2-4 jam. Coba kita konversi jumlah jam ini ke dalam rupiah.. betapa juta yang terbuang percuma dalam sebulan.
  3. Terbuangnya produktivitas percuma. Personel IT menjadi mengerjakan hal2 yang kurang produktif seperti membersihkan virus, menginstall ulang, mensetting ulang, dll. Belum lagi personel pemilik komputer tersebut juga terbuang waktunya karena selama komputernya dibersihkan dari virus ia akan kesulitan di dalam mengerjakan tugas2nya.
  4. Dan.... ini salah satu yang parah: OS original yang kita gunakan mesti di AKTIVASI lewat internet/telpon. Dan... aktivasi ini hanya berlaku untuk 2x pengaktivan. Jadi kalau misalkan kita terpaksa menginstall ulang untuk ketiga kalinya... maka kita tidak akan dapat mengaktivasinya, dan akibatnya setelah 30 hari kita tidak dapat menggunakan komputer itu lagi. Kita telah menanyakan hal ini ke salah satu vendor OS tersebut di sebuah seminar, dan jawabnya adalah: mereka sendiri tidak tahu bagaimana lagi. Sampai kita disuruh bikin surat pernyataan segala ke kantor pusat mereka. Yang benar saja! Yang lemah adalah OS mereka sendiri, kok user yang disalahkan dan dikorbankan?

Duh.. rasanya jadi kesal lagi begitu mengingat hal2 di atas. Untunglah seluruh customer service kita di cabang2 telah menggunakan Linux sejak hampir setahun lalu, dan so far so good.

Berikut ini adalah point2 mengapa sebaiknya kita menggunakan Linux:

1. Bebas Virus. Memang sih sebenarnya ada virus di Linux, tapi itu jumlahnya bisa dihitung jari dan penyebarannya lebih merupakan di dalam sejarah saja. Kenyataannya adalah virus2 yang ada sekarang ini tidak aktif di Linux. Malah ada testimoni dari salah seorang customer service kami, ada flashdisk di cabang yang terkena virus, mereka semua karena sudah trauma dengan virus tidak berani membukanya di komputer masing2, padahal ada data penting yang mesti di ambil di flashdisk itu, akhirnya di buka di komputer customer service yang menggunakan Linux, dan... aman2 saja. Data bisa terambil, dan bahkan virusnya dapat dihapus. Hehehe...



2. Produktivitas meningkat. Memang pada awalnya user akan kesulitan menggunakan Linux, apalagi kalau sudah terbisa dengan OS yang selama ini digunakan. Tapi lama-kelamaan user akan mulai terbiasa dengan menu2 yang ada dan akan makin lancar menggunakan Linux. Apalagi setelah mengetahui bahwa rekannya yang belum menggunakan Linux selalu mengeluh dan dalam kekhawatiran akan terkena virus.


3. Seiring dengan waktu, distro Linux semakin user friendly bahkan terhadap user awam. Linux semakin mudah digunakan dengan tetap mengutamakan security yang sesungguhnya. Menambah printer USB, network, dll semakin mudah.     

4. Ilmu Pengetahuan yang jauh meningkat. Dengan bebasnya waktu kita dari pembersihan virus, maka kita akan dapat konsentrasi di dalam mempelajari hal2 baru yang ada di dalam Linux atau pekerjaan kita, baik bagi personel IT maupun pengguna awam.

5. Harga. Rasanya kita semua sudah tahu mengenai hal ini. Intinya: mengapa membuang ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah untuk sebuah OS dan aplikasinya yang rentan terhadap virus, dll, dimana di sisi lain kita bisa menggunakan Linux sebagai alternatif ekonomis yang dalam banyak hal jauh lebih unggul? Salah satu sebab mengapa orang masih ragu menggunakan Linux adalah karena masih "dibiarkannya" penggunaan OS dan software bajakan. Kalau saja ada tindakan tegas, maka dapat dipastikan bahwa banyak dari kita akan berbondong2 migrasi ke Linux. Tapi jangan salah persepsi dan keenakan dengan kondisi ini, para vendor OS tersebut secara periodik akan "menagih" para perusahaan agar membeli lisensi produk mereka yang fantastis selangit. Karenanya, beberapa group perusahaan besar yang telah dapat melihat jauh ke depan, mereka telah setahun belakangan ini melakukan migrasi ke Linux, walaupun dilakukan secara low profile dan tidak terekspos.

Kesimpulan
So, jika kamu telah capek membuang waktu dan tenagamu dengan OS yang sekarang kamu gunakan, beralilah ke Linux! Segeralah raih kebebasan dan kemerdekaanmu di dalam berkomputer, bekerja, dan meraih Ilmu Pengetahuan yang melimpah melalui Linux.


Merdeka!!!
Ilmu Pengetahuan adalah Milik Bersama

v.1.0 by ari_stress a.k.a tiger74 a.k.a Fajar Priyanto Bukit Sentul, 7 August 2006. Email: fajarpri at arinet dot org. He is a Microsoft Certified Professional who falls in love with Linux. Working at an automotive dealer in Jakarta.










Comments (22)
  • Popo Haryadi
    Merdeka...!!!!
    61 tahun sudah kita merdeka, sudah saatnya kita menjadi bangsa yang lebih mandiri, terutama dalam piranti lunaknya, kita harus bisa untuk tidak menggantungkan diri terhadap suatu produk, dengan linux tentu akan lebih banyak mencetak generasi yang lebih produktif dan apa ya...yang jelas tidak menjadi pembajak.....jieee....:-)
    bravo linux, bravo Indonesia.
    ^_^
  • Donny Christiaan
    Bro, gw tambah yakin nih mau rubah Primary OS di Laptop gw .. 85% OpenSuse 10.1 & 15% M$. Win XP :))
    Go .. Go .. Go ...
  • oxs_juragan
    wah artikelnya keren abis mas dari cerita kenapa kita harus pindah ke linux, saya ingin sekali pindah ke linux tapi di tempat saya kerja komputer saya masih menggunakan soft potoshop,corel,myob accunting.....apakah semua itu ada di linux...mohon penjelasanya mas.....tnks
  • toga
    wah bener2 artikel yang mewakili perasaan n kegundahan saya yang selama ini bergelut di bagian tehnical support. hmmff... cape n jenuh dengan format ulang hehehe seminggu pasti aja harus melakukan pekerjaan tersebut. sejak pake linux FC 5 baik di pc n notebook saya rasanya memiliki kepuasan sendiri. linux menuntut qta untuk terus belajar n mengembangkan ilmu serta pengetahuan qta. thanks
  • jpmrblood
    Duh, satu hal yang kelupaan kelebihan dari GNU/Linux:
    \
  • erwin.muslim
    Mas Fajar,
    setiap login & klik artikel kok minta prompt password yg setelah diisi tdk berhasil! gimana nih !
  • ari
    Iya nih, berhubung lagi musim hacker, terpaksa diperketat sementara. Di klik cancel aja.
  • panggiring
    Ada tapi-nya lho.

    Linux masih belom sepenuhnya bisa mengambil tugas-tugas windows. E-mail, penulisan document, aplikasi-aplikasi kecil yang membantu kerjaan & juga server di linux sih OK. tapi spreadsheet-nya itu masih mabook. sbg contoh ketika saya buka file csv(sebesar 14 MB) pake Calc-nya Oo 2 langsung hang dan diem saja. saya masih menungu sampe beberapa jam untuk melihat kemajuan-nya. tapi masih tetap tidak bisa mbuka. saya pake Slackware 10.2 di laptop Fujitsu lifebook dengan multiboot XP, Linux, Linux,& linux. dan ketika file yang sama saya buka dengan Excel respon pertama sama. komputer seperti hang. tapi beberapa menit kemudian bisa terbuka.

    Expert sekalian,
    please advice-nya, mau-nya sih me-migrasikan seluruh komputer di kantor. sekarang masih tahap evaluasi.
  • ari
    test
  • ari
    Saya coba buka file csv-nya pake notebook dgn RAM 512MB bisa kebuka lancar.
  • Ivans
    Meng-asik-kan sekali membaca artikel mas ari dan berharap saya yang buta linux bisa segera melek. Mas ari yang budiman , mohon kiranya saya diberi 'petunjuk' kemana saya harus ngelmu linux ini dengan kendala saya waktu yng terbatas..apa ada kursus yang mas adakan. Bia ya dimana dan kapan? Lokasi saya ada di tanjung priok. Mohon pencerahannya. Lebih kurangnya saya ucapkan terima kasih.
  • Wayer Haris Sauntiri
    Alhamdulillah sekarang sudah ada yang gratis atau paling tidak yang murah dari pada harus pakai OS yang saat ini umum dipakai tapi bajakan itu kan sama dengan nyuri, haram !!! makasih buat pendiri Linux2.arinet. manfaatnya bagi saya yang asli pemula sangat besar makasih. Bravo linux2.arinet
  • ferry puji yulianto
    merdekaa jugaaaaaaa
    aku termasuk newbie tapi klo pake os yang bagus dan gampang n yang sering di pakai di pasaran pake linux mana aku binggung kan banyak macamya tolong kasih petunjuknya...
    asik juga artikel mas ari
  • Iwan Agus
    walau masih gagap...but Linux better than 'MicroSucks'...
  • hendri
    saya blm pernah pakai linux...mohon saran dari sekian banyak jenis distro linux...apakah ada pengklasifikasian thp sesuatu pekerjaan, misalnya...utk kerjaan office pakai linux jeis ini...utk pekerjaan design pakai linux jenis itu...mohon informasi lengkap ttg linux, jenis, type dan kegunaannya..thanks
  • raden
    aku mo ganti linux aja deh....
    tapi yang buat aku bingung
    linux ada program vektor,pixel,3d?
    soalnya aku butuh itu semua
    misalnya di windows ada coreldraw,photoshop,maya
    klo dilinux apa ada yang sekelas sama software itu.
    distro linux yang paling baru apa dan yang interfacenya bagus dan mudah ap?
    klo bisa jawabannya dikirim lewat email aku aja(rad3n_andi@yahoo.co
  • Arief W M
    wah boro-bor linux nulis comment aja nggak biisa item semua bagaimana saya mau mulai, saya punya ubundu, centros,igos dll
  • Arief W M
    Ini giaman nulis comment huruf dan backgroun hitam legam begini
  • kebo
    Produktivitas meningkat? PRODUKTIVITAS MY A*S!!!!!

    Mo ngeprint kagak ada driver, KDE kerjanya lelet kayak siput, 3-D ala Vista Aero di Gnome suka bikin hang, itupun setelah 2 jam ngotak-ngatik xorg.conf dan nyari2 di forum gimana ngaktifin driver NVidia. Belon lagi mata jadi cepet cape gara-2 monitor cuma bisa disetting 60 Hz, kacau balau deh. Cuma wallpaper Linux doang yang lebih bagus dari wallpaper Windows.

    Belon lagi nama-2 struktur folder yang seenak perut, finger autentifikasi ngga jalan karena ngga ada driver, mo maen game cuma ada Solitaire dan game2 dari jaman batu, and and and....

    Kalo gua lanjutin ngga bakal selesai deh daftarnya. Ini sebab-2 kenapa gua nyesel dulu ngabisin banyak waktu belajar Linux. Mendingan waktu itu gua belajar Windows Server 2003, ada return valuenya buat gua. Yah, waktu ngga bisa diulang sih...
  • cakarbumi
    bravooooo.... boss.. mohon di kasih pencerahan.
    bisa ngga linux di ajarkan ke anak sejak dini. Mungkin
    ngga misalkan kita kasih ke anak2 sd kelas 5 dan 6 gitu
    nalarnya sudah masuk belum ya...Saya sendiri pernah coba2
    intall dan pake linux (sebatas pengin tau aja) tapi sampe
    hari ini belum dapet greget untuk migrasi abis sendirian
    dan ngga ada temen buat sharing...gimana nih...
  • aliefani
    :


    Produktivitas meningkat? PRODUKTIVITAS MY A*S!!!!!

    Mo ngeprint kagak ada driver, KDE kerjanya lelet kayak siput, 3-D ala Vista Aero di Gnome suka bikin hang, itupun setelah 2 jam ngotak-ngatik xorg.conf dan nyari2 di forum gimana ngaktifin driver NVidia. Belon lagi mata jadi cepet cape gara-2 monitor cuma bisa disetting 60 Hz, kacau balau deh. Cuma wallpaper Linux doang yang lebih bagus dari wallpaper Windows.

    Belon lagi nama-2 struktur folder yang seenak perut, finger autentifikasi ngga jalan karena ngga ada driver, mo maen game cuma ada Solitaire dan game2 dari jaman batu, and and and....

    Kalo gua lanjutin ngga bakal selesai deh daftarnya. Ini sebab-2 kenapa gua nyesel dulu ngabisin banyak waktu belajar Linux. Mendingan waktu itu gua belajar Windows Server 2003, ada return valuenya buat gua. Yah, waktu ngga bisa diulang sih...


    perasaan sekarang server2 besar byk yg pake linux?
    benar gak ya..
  • amirdoang
    Thank's berat atas imlu nya mas.... saya pmula yg bru belajar linux.....


Only registered users can write comments!