Menggunakan Kickstart untuk Installasi Massal FC4

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Misalkan kantor kita akhirnya memutuskan untuk melakukan migrasi massal Operating System komputer kita dari MS Windows ke Linux. Tentu bila melakukan installasi satu persatu akan cukup merepotkan dan memakan waktu. Nah, disinilah kita bisa menggunakan fasilitas kickstart dari Fedora Core 4.

Apa sih Kickstart itu? Kickstart adalah program dimana kita bisa menentukan settingan apa saja yang kita inginkan di dalam installasi Linux kita, kemudian kita save settingan itu di dalam disket, dan selanjutnya proses installasi berjalan secara otomatis tanpa perlu berinteraksi dengan kita.

Mau tahu caranya? Mudah sekali.
Kita hanya memerlukan:
  • Sebuah disket
  • Terminal (layar terminal, bukan terminal bis) / Konsole
  • Dan yang paling penting: Semangat untuk kemerdekaan dan perjuangan Open Source.

Ok, mari kita mulai:
Sebagai root, ketik command ini di console:
system-config-kickstart

Bila ternyata disebutkan bahwa system-config-kickstart itu belum terinstall. Jangan panik. Kita tinggal menginstallnya menggunakan yum:
yum install system-config-kickstart

Atau kalau tidak mau menggunakan yum, akan saya upload filenya. Kecil kok.

Baiklah, ketika kamu selesai menginstall system-config-kickstart dan menjalankannya, akan muncul windows seperti ini:



Nah, seperti dapat kita lihat, di sebelah kiri adalah step-step installasi FC4 yang biasa kita lihat kalau menginstall secara manual. Mulai dari Basic Configuration, Installastion Method, dstnya.

Basic Configuration
Di bagian ini kita mengisi info2 Language, Keyboard, Mouse (pilih Probe for Mouse), Time Zone (Use UTC ngga usah dicentang), Root Password (bikinlah password yang baik, yaitu minimum 8 karakter, dan memakai kombinasi alpha numeric dan huruf besar/kecil), Language Support (ngga usah diapa2in), Target architecture (Pilih yang x86, dan Optionnya dicentang yang Reboot system after installation.



Installation Method
Selanjutnya kita menentukan apakah kita akan melakukan Perform new Installation atau Upgrade. Dan juga metodenya apakah dari CD-ROM, FTP, dll. Tentukan sesuai kebutuhan kamu.



Boot Loader Options
Di sini kita tentukan apakah kita ingin Install new boot loader, atau Do not install boot loader. Biasanya sih kita perlu menginstallnya. Juga dimana kita ingin menginstallnya, apakah di MBR atau di root partition. Dalam contoh ini saya memilih options yang standard yaitu install bootloader, dan lokasinya di MBR.



Partition Information
Nah disinilah salah satu point dimana terasa sekali penggunaan Kickstart ini membantu. Yaitu di saat kita mesti mengatur skema dari partisi harddisk kita. Seperti yang telah terlihat di gambar, saya telah mengisi option2 yang saya inginkan yaitu: Clear Master Boot Record, Remove all existing partitions, dan Initialize the disk label. Juga partisi apa saja dan besarnya, dapat kita tentukan.

Tampilannya sama seperti kalo kita melakukan installasi manual. Kita klik dahulu tombol Add, dan akan muncul window ini:



Isikan informasi2 yang dibutuhkan seperti Mount Pointnya, File System Type, Size, Apakah ingin di format dll.



Network Configuration
Klik Add Network Device, pilih Network Devicenya (apakah eth0, eth1, dll), lalu pilih Network Typenya (apakah DHCP atau static), bila pilih Static, maka kita perlu memasukkan informasi IP, Netmask, dll. Setelah selesai klik OK.



Authentication
Disini kita bisa menentukan metode otentifikasi ketika user login, apakah lewat LDAP, Keberos 5, SMB, dll. Kalau ingin metode standard, maka beri tanda centang di Use Shadow Password, dan Use MD5.



Firewall Configuration
Langkah ke-8 adalah mensetup firewall. Apakah firewall ingin dihidupkan, juga apakah SELinux ingin diaktifkan atau tidak. Kita bisa mendefinisikan service2 apa saja yang boleh lewat firewall kita.



Display Configuration
Walaupun kelihatan mudah mensetup kickstart ini, namun di langkah 9 ini kita dapat menemui kesalahan dimana setelah reboot maka layar Linux kita akan blank saja karena kita keliru menentukan jenis vga/monitor kita. Oleh karena itu aturlah agar Linux otomatis mendetectnya. Klik option Configure the X Window System (berikan resolutionnya yang dapat diterima oleh monitor kita), Setup Agent disabled saja. Dan di Video Card dan Monitor berikan tanda centang di Probe for Vga Card, dan Probe for Monitor.



Package Selection
Disinilah juga asyiknya menggunakan kickstart. Biasanya langkah memilih packages ini cukup memakan waktu apabila dilakukan untuk PC yang banyak. Namun dengan menggunakan kickstart, maka kita dapat menghemat banyak waktu. Silahkan klik group2 package yang ingin kita install.


Dua langkah terakhir yaitu Pre-Installation Script dan Post-Installation Script memungkinkan kita untuk lebih mencustomize kickstart. Namun sepertinya mesti dibahas di artikel selanjutnya.

Save ke dalam disket
Setelah selesai, kita buka menu File > Save As. Beri nama filenya: ks.cfg
Nanti file ini kita copy ke disket, masukkan ke dalam floppy drive di PC yang ingin kita instal, dan pada waktu install FC4, kita ketik:
linux ks=floppy

Nah, inselanjutnya proses installasi akan berjalan secara otomatis.

Demikianlah kiranya tulisan mengenai Menggunakan Kickstart untuk Installasi Massal FC4. Semoga dapat membantu kamu yang sedang melakukan installasi massal di company2.

v.1.0 by ari_stress a.k.a tiger74 a.k.a Fajar Priyanto
Jakarta, 16 Oktober 2005. fajarpri at arinet dot org
Penulis adalah Microsoft Certified Professional, yang jatuh cinta kepada Linux. Bekerja di sebuah group otomotif di Jakarta.

Comments (3)
  • vulkan abriyanto
    Assalamualaikum WrWb
    Meski saya newbie linux trus terang sangat tertarik dengan artikel ini dan insyaalloh akan kami mengambil judul tugas akhir "Rancang bangun Kickstart server sebagai sarana instalasi jaringan berbasis linux" boleh kan...dan moga aja pak dosen setuju, oh...iya kalo ini disetujui, mau nggak mas ari membantu kami
    atas segala bantuannya disampaikan Jazakumulloh / moga alloh membalas kebaikan anda, aminnnn
    Wassalam

    Vulkan Abriyanto
    Mahasiswa TI Poltek Elektro ITS
    jurusan TI
    Program Beasiswa DIKMENJUR
  • rudy
    terima kasih, saya mau tanya, saya kerja di kantor dengan komputer user ada 70 user, semuanya pakai linux kubuntu dan ubuntu, fedora, suse, bagaimana caranya ya, biar user bisa memakai komputer yang mana aja, dan dapat mengakses data yang di server berdasarkan otoritasnya masing2, logikanya sama dengan kaya windows 98 user bisa login dimana saja dan mendapatkan hak akses data yang di atur di server, kiranya logika atau os apa yang seperti logika user windows
  • ifach
    trimakasih atas informasinya tentang kickstart.pengen banget ak jadiin tugas akhir,tapi masih saya masih kekurangan referensi,bisa kasih saya lebih ref?saya sangat mengharaokan sekali
Only registered users can write comments!